NEWS

Ustad Ainul Yaqin ; Sex Education Memegang Peranan Sangat Vital

Spread the love

Altarraya.com, Islam merupakan agama komprehensif yang memenuhi segala aspek ruang lingkup kehidupan. Bahkan etika dan norma sekecil dan sedetail urusan kehidupan suami istri, yaitu sex education.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin, mengatakan, sex education masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal, sex education memegang peranan sangat vital.

“Pendidikan seks tidak hanya penegasan akan nilai-nilai hubungan suami istri pada persoalan ranjang, pada masalah kenikmatan dan estetika hubungan suami istri dalam memadu kasih sayang, namun juga mempunyai kaitan dengan aqidah, dan pendidikan psikologi berumah tangga,” katanya kepada Okezone dan ri rilis kembali oleh altarraya.com.

Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” ( Al Qur’an.S. Ar-Rum (30): 21.)

Ustadz Ainul menambahkan, para ulama pun menganjurkan adanya sex education. Untuk itu, mereka menuangkannya ke dalam kitab-kitab seperti Qurratul ‘Uyun yang ditulis Syekh Muhammad al-Tahami bin Madani dan Kitab Syarah ‘Uqud Al-Lujain oleh Syekh Imam Nawawi Al-Bantani.

Kedua penulis kitab tersebut merupakan pakarnya dalam membahas urusan rumah tangga. “Keduanya adalah masterpiece Fikih Rumah Tangga, yang banyak mengupas dan mengurai terkait bagaimana dan seperti apa idelnya pasangan suami istri, dan titik tekan pembahasan banyak terkait pendidikan seks,” jelasnya.

Dari sini, Islam mengajarkan betapa sex education sangat penting dipahami dan para orangtua dan semestinya juga ditularkan kepada anak-anaknya sejak dini.

Artinya, soal fikih bukan hanya seputar salat, zakat, puasa dan haji saja. Masalah sex education juga termasuk di dalamnya. “Sehingga dalam Kitab-kitab klasik tidak hanya membahas persoalan-persoalan umum dalam wilayah ibadah seperti salat, zakat, puasa dan haji saja,” pungkasnya.

Sumber : Okezone.com

Rewriter : Hasan

Baca Juga  Presma UIM Pamekasan Sesalkan Kericuhan Aksi 22 Mei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.