Foto bersama pengurus Fatayat NU Ranting Kaduara Barat pasca di lantik
NEWS

Mahasiswa STAIMU Inisiasi Pembentukan Fatayat NU di Kaduara Barat

Spread the love

Altarraya.com, PAMEKASAN – Mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 2020 Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan Posko VI yang ada di Desa Kaduara Barat, Kecamatan, Larangan, Pamekasan merintis terbentuknya kepengurusan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di desa setempat.

Usai terbentuk, para pengurus tersebut menggelar pelantikan sekaligus mendeklarasikan berdirinya organisasi Badan Otonom (Banom) NU khusus pemuda putri itu, Rabu (12/02/2020), di kediaman H. Fahat, Dusun Sekolaan, desa setempat.

Mubayyinah selaku ketua terpilih merasa senang dan sangat bersyukur. Karena menurutnya, atas inisiatif para mahasiswa peserta KPM, dirinya bersama para pemudi di desanya bisa memiliki tempat mengabdikan diri kepada masyarakat dan para ulama. Ia berharap, terbentuknya kepengurusan PR Fatayat NU menjadi tempat belajar memperdalam paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah bagi para pemudi yang ada di desanya, sehingga mendapatkan aliran berkah para ulama NU.

“Semoga dengan adanya Fatayat NU ini bisa mendapatkan keberkahan dari para masyayikh NU hingga akhir hayat,” harapnya.

Hermanto menuturkan, pembentukan kepengurusan Fatayat NU di Desa Kaduara Barat merupakan keinginan besar para pemudi desa setempat sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi, mereka tidak menemukan inisiator sekaligus fasilitator untuk mewujudkan keinginannya. Bahkan, mereka juga pernah meminta bantuan kepada mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan (kini IAIN Madura) yang sedang melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tapi, keinginan mereka juga kandas.

Yang terakhir, lanjut Hermanto, para peserta KPM bertemu dengan Amna Amilah, tokoh pemudi yang merupakan istri mantan sekretaris desa setempat. Kepada para mahasiswa, Amna menyampaikan, masyarakat di desanya tidak butuh banyak program, tapi cukup membentuk kepengurusan ranting Fatayat NU.

“Tetapi kalau sampean, teman-eman KPM, bisa membentuk Fatayat di Kaduara Barat, saya acungi dua jempol,” tutur Sekretaris Badan Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (BP3M) STAIMU Pamekasan itu menirukan penyampaian Amna.

Hal senada disampaikan oleh Ahmad Baikuni selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KPM 2020 STAIMU Posko VI.

Menurut Baikuni, inisiatif para peserta KPM itu berawal dari obrolan informal mahasiswa dengan beberapa perempuan di balai desa saat acara Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dalam obrolan itu, para mahasiswa menyinggung keberadaan organsisasi sosial keagamaan di Desa Kaduara Barat.

“Mahasiswa kemudian menawarkan untuk dibentuk ranting Fatayat, dan mereka responsnya baik. Akhirnya ditindaklanjuti mahasiswa dengan berkomunikasi dengan pengurus cabang, kemudian pengurus cabang memberi arahan untuk koordinasi dengan PAC (Pimpinan Anak Cabang. Red.) Larangan,” tutur mantan aktivis PMII Pamekasan itu.

Gayung bersambut. Usaha para mahasiswa itu ditindaklanjuti oleh pengurus PAC Fatayat NU Larangan melalui sosialisasi sekaligus pembentukan pengurus di balai desa.

“Setelah semua dinilai telah siap, kemudian baru dilaksanakan deklrasi dan pelantikan, sekaligus dikemas dengan acara perpisahan KPM,” ujar baikuni.

Baikuni sangat mengapresiasi inisiatif para mahasiswanya itu. Ia merasa kagum, karena para peserta KPM tidak hanya menginisiasi terbentuknya kepengurusan Fatayat NU. Lebih dari itu, semua kegiatan deklarasi dan pelantikan difasilitasi oleh peserta KPM.

 

Reporter: Zinal

Editor: Yaqin

Baca Juga  Materi Ke-Aswaja-an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.