NEWS

Klinik BUMDES untuk JATIM Berdaya

Spread the love

Altarraya.com, Surabaya – Guna mengurangi angka kemiskinan desa di Provinsi Jawa Timur yang merupakan tertinggi secara nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat program Jatim Berdaya yang merupakan salah satu program prioritas dalam Nawa Bhakti Satya, melalui restorasi pembangunan desa dengan membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Program BUMDES tersebut diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di desa yang tentunya berdampak linear pada turunnya angka kemiskinan. Namun sejauh ini, baru sekitar 7% persen BUMDES yang sudah berjalan dengan baik. Sementara sisanya sekitar 92% masih level rintisan atau baru memulai.

Direktur Program Klinik BUMDES, Fahrul Muzaqqi mengungkapkan, dalam rangka penguatan BUMDES, Pemprov Jatim membentuk program Klinik BUMDES yang secara teknis memberikan pendampingan, pelatihan dan saran kepada BUMDES, agar bisa menjadi sehat dan berkembang menjadi usaha yang mendatangkan keuntungan, sehingga perekonomian di desa bisa berputar, bahkan beberapa BUMDES bisa mendatangkan pendapatan asli daerah atau PAS.

“kita memberikan sosialisasi kepada 20 BUMDES penerima manfaat. BUMDES ini dipilih dari 10 Kabupaten yang berbeda. Nantinya ini bisa menjadi percontohan bagi BUMDES lainnya,” ujar Dosen FISIP UNAIR saat sosialisasi BUMDES di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jatim. kamis (14/11/2019).

Fahrul melanjutkan, nantinya Klinik BUMDES ini juga akan mengkover seluruh BUMDES di Jatim yang jumlahnya mencapai 5.432. untuk pertama akan memilih 20 BUMDES Penerima manfaat, Karena itu pihaknya akan memaksimalkan peran Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) dalam program penguatan BUMDES Dengan begitu proses pendampingan akan lebih efektif dengan memutus jalur birokrasi, sehingga tidak semua proses harus ke Surabaya. Tentunya hal itu juga bisa mengurangi biaya yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan BUMDES.

“Bakorwil dan peneliti dari perguruan tinggi kita libatkan dalam pengembangan BUMDES. Hal ini penting agar prosesnya bisa terarah dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jatim, M.Yasin menjelaskan, program klinik BUMDES ini adalah gagasan Gubernur Khofifah sebagai komitmen memberdayakan masyarakat desa melalui BUMDES. Karena itu semua potensi yang ada dikerahkan, termasuk melibatkan pihak swasta dan BUMN dalam pengembangan BUMDES

Yasin menyebut sejauh ini sudah ada sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pengembangan BUMDES diantaranya Taveloka, PT. HM. Sampoerna dan BUMN PT POS Indonesia. Bantuan yang diberikan sejauh ini masih sebatas bantuan program dan pelatihan. Namun tak menutup ke depannya juga ada bantuan berupa pendanaan atau bantuan lunak. Disamping itu tentunya pihak swasta tersebut juga bisa membantu BUMDES dalam nidang pemasaran produk.

“Dengan adanya Klinik BUMDES oni, kami berharap hingga 2024 ada 25 persen BUMDES yang dalam kategori sehat dan berkembang,” tandas Yasin.

Reporter : Ridan
Editor : Zainal

Baca Juga  Gus Ainul Yaqin : Hukum Istri Lebih Dulu Minta Berhubungan Badan kepada Suami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.